Selasa, 18 Oktober 2011

INDONESIA

Jikalau aku berdiri di pantai Ngliyep
Aku mendengar Lautan Hindia Bergelora membanting di pantai Ngliyep itu
Aku Mendengar lagu Indonesia
Jikalau aku melihat sawah-sawah yang menguning-menghijau
Aku tidak melihat lagi batang-batang padi yang menguning-menghijau
Aku melihat Indonesia.
Jikalau aku melihat gunung gunung
Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Merbabu, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Kalabat, dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia.
Jikalau aku mendengarkan lagu-lagu yang merdu dari Batak, bukan lagi lagi Batak yang kudengarkan
Aku mendengarkan Indonesia.
Jikalau aku mendengarkan Pangkur Palaran dari Jawa, bukan lagi Pangkur palaran yang kudengarkan
Aku mendengarkan Indonesia.
Jikalau aku mendengarkan lagu Olesio dari Meluku, bukan lagi aku mendengarkan lagu Oleisio
Aku mendengarkan Indonesia.
Jikalau aku melihat wajah anak-anak di desa-desa dengan mata bersinar-sinar berteriak “Pak, Merdeka!, Pak, Merdeka!, Pak, Merdeka!”
Aku bukan lagi melihat mata manusia,
Aku melihat Indonesia.
Sebuah apresiasi yang tinggi dari para penyair terhadap perjuangan Bung Karno mewujudkan sebuah negara bernama INDONESIA.